Langsung ke konten utama

Karakter Dosen

Hallo...
Selamat datang di blog saya
Kali ini saya akan membahas tetang fashion dosen yang ada di STDI (Sekolah Tinggi Desain Indonesia).
STDI berada di jalan wastu kencana no 52 kota Bandung, provinsi Jawa Barat. STDI ada 3 jurusan yaitu Desain Interior, Desain Komunikasi Visual, dan Desain Komunikasi Fashion. Saya akan membahas tentang karakter Ibu Imelda, sebelumnya saya akan memperkenalkan terlebih dahulu tentang siapa ibu Imelda Astri Rosalin, beliu adalah lulusan Arsitektur dan sekarang sedang melanjukan studi S3 jurusan Arsitektur di Institut Teknologi Bandung, saat ibu Imelda Astri Rosalin mengajar mata kuliah metodologi desain mata kuliah umum di Sekolah Tinggi Desin Indonesia.
Kenapa saya memilih Ibu Imelda Astri Rosalin sebagai bahan untuk saya resert karakter dosen karena saya menyukai gaya berpakaian ibu Imelda Astri Rosalin. Menurut saya gaya berpakaian ibu Imelda sangat fashionebel, ibu Imelda keseharianya memakai rok, bluse, hobby memakai sandal yang tinggi/wedges, dan tas fungsional yang tidak kalah cantik. Ibu Imelda tidak pernah berlebihan dalam berpenampilan, tapi selalu mampu tampil elegan. Berbada dengan dosen-dosen yang lain, mereka lebih suka mengenakan celana, mungkin dosen yang lain tidak suka mengenakan rok karena ribet. Dari cara berpakaianya ibu Imelda sangat menggambarkan kepribadiannya yang penuh semangat dan ceria, dengan make up yang natural.
Sekian dari pembahasan saya, terima kasih atas kunjungannya😉😉😉

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Fashion (ERA ROCOCO)

Dengan kematian Louis XIV dan penobatan dari Louis XV pada tahun 1715, gaya yang disebut “Rococo” mulai berkembang. Pada abad ini rococo dapat diartikan pada gaya artistik umum yang melambangkan kebudayaan perancis yang harmonis. Kebudayaan rococo melambangkan pencarian kesenangan pribadi. Meskipun Perancis sudah dikenal sebagai pemimpin fashion semasa pemerintahan Louis XIV, masa rococo mengkonfirmasikan reputasi Negara sebagai pemimpin mode wanita tingkat dunia. Kata Rococo berasal dari kombinasai kata Perancis rocaille , yang artinya batu, dan coquilles , yang artinya kerang. Keagungan, hiasan, elegan dan keroyalan. A bad yang dikenal sebagai abad p encerahan ( Rakyat Perancis mengalami transformasi sosial politik yang epik; feodalisme, aristokrasi, dan monarki mutlak diruntuhkan oleh kelompok politik radikal sayap kiri, oleh massa di jalan-jalan, dan oleh masyarakat petani di perdesaan. Ide-ide lama yang berhubungan dengan tradisi dan hierarki monarki, aristokr...

Cerita dibalik Batik Parang Rusak

Saat ini penggunaan batik sudah tak lagi menjadi hal yang kuno dan dapat dijumpai dengan mudah setiap harinya tak lagi hanya hari Jumat dan hari – hari khusus lainnya. Berbagai macam model dari batik pun telah berkembang luas di masyarakat bahkan saat ini di toko online sudah banyak yang menyediakannya. Aneka macam batik tersebut memiliki keragaman motif dan keindahan warna yang menunjukkan nilai seni dan budaya yang tinggi. Ragam motif batik ternyata tak hanya indah saja namun juga memiliki makna filosofis yang sangat mendalam. Salah satu batik tersebut adalah Batik Parang. Batik Parang merupakan salah satu motif batik yang paling tua di Indonesia. Parang berasal dari kata Pereng yang berarti lereng. Perengan menggambarkan sebuah garis menurun dari tinggi ke rendah secara diagonal. Batik ini merupakan batik asli Indonesia yang sudah ada sejak zaman keraton Mataram Kartasura (Solo) dan dulunya hanya bisa dipakai oleh raja, penguasa, dan ksatria. Motif batik di Indonesia tercipta d...

Karakter Saya

Hallo… Terima Kasih telah berkunjung diblog saya... Perkenalkan nama saya Rina Agustina, saya lahir di Oku Timur tepatnya di provinsi Sumatera Selatan Palembang, pada tanggal 5 Agustus 1997. Sekarang saya kuliah di STDI jurusan fashion. STDI tidak di kenal banyak orang, nah mau tau STDI itu dimana? STDI itu singkatan dari Sekolah Tingggi Desain Indonesia. STDI berada di Provinsi Jawa Barat dikota Bandung di jalan wastukencana no 52, Taman Sari. Di kota Bandung, bermacam- macam orang berkumpul jadi satu, saya mengamati penduduk Bandung baik yang kaya atau kurang kaya,yang pekerjaan bagus maupun kurang bagus, semua rata- rata mementingkan Fashion dan berusaha sebisa mungkin berpenampilan Fashionabl. Seperti saya,,, Saya menekankan pada diri saya bahwa untuk menjadi fashionable adalah dimana saya memakai segala hal yang nyaman saya gunakan, yang bersih, dan yang bisa membuat saya percaya diri, walau hanya mengenakan kemeja dan celana jeans saja. Tidak perlu mahal-mahal, yang terpenting...
Tiny CD